Selasa, 18 Juni 2013
Rabu, 05 Juni 2013
Makalah Kaca
BAB I
PENDAHULUAN
I.
TUJUAN
Tujuan
dari pembuatan makalah ini adalah :
1.
Untuk
menambah wawasan mengenai industri-industi kimia yang ada di Indonesia.
2.
Untuk
mengetahui dan memahami proses pembuatan gelas dan kaca.
3.
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah kimia industri.
Rabu, 29 Mei 2013
Makalah Oksigen
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kita tahu bahwa tidak ada
satupun makhluk hidup di bumi ini yang tidak butuh oksigen. Tanaman akan tumbuh
baik jika tanahnya mengandung oksigen yang cukup. Semua hewan dan manusia
menghirup oksigen agar mereka bisa tetap hidup. Ikan dan semua makhluk hidup di
laut juga hidup karena oksigen. Cacing, rayap, dan segala serangga yang di
dalam tanah juga butuh oksigen.
Sebuah penemuan yang
menarik menyebutkan bahwa 60% dari tubuh manusia adalah oksigen. Oksigen
terdapat dalam darah, daging, tulang, otot-otot, dan semua komponen tubuh kita.
Bahkan makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak luput dari oksigen.
Singkatnya, semua bagian tubuh kita tanpa kecuali butuh oksigen agar tetap
tumbuh sehat. Sehingga bisa dipastikan, anggota tubuh manapun yang kekurangan
oksigen akan menderita sakit. Pasien rumah sakit yang sistem pernafasannya (respiratory
system) lemah akan dibantu dengan selang oksigen. Itulah kiranya mengapa
orang-orang sufi selalu menganjurkan agar kita senantiasa mengingat atau
berdzikir pada Allah dalam setiap tarikan nafas. Bahkan sebenarnya tidak hanya
makhluk hidup saja yang perlu oksigen. Berbagai industri yang berbahan dasar
logam atau baja membutuhkan banyak oksigen dalam proses pembakarannya.
Oksigen
atau zat asam adalah unsur kimia
dalam sistem tabel periodik
yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8.
Ia merupakan unsur golongan kalkogen
dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya
menjadi oksida).
Pada Temperatur dan tekanan standar,
dua atom unsur ini berikatan
menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik
dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
Oksigen merupakan unsur paling melimpah
ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah di kerak Bumi.
Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi.
Selasa, 28 Mei 2013
Makalah Limbah CPO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Perkembangan bisnis dan investasi
kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat
pesat. Permintaan atas minyak nabati dan penyediaan biofuel telah mendorong
peningkatan permintaan minyak nabati yang bersumber dari crude palm oil
(CPO) yang berasal dari kelapa sawit. Hal ini disebabkan tanaman kelapa sawit
memiliki potensi menghasilkan minyak sekitar 7 ton/hektar lebih tinggi
dibandingkan dengan kedelai yang hanya 3 ton/hektar. Indonesia memiliki potensi
yang sangat besar dalam pengembangan perkebunan dan industri kelapa sawit
karena memiliki potensi cadangan lahan yang cukup luas, ketersediaan tenaga kerja,
dan kesesuaian agroklimat.
Limbah
adalah kotoran atau buangan yang merupakan komponen pencemaran yang terdiri
dari zat atau bahan yang tidak mempunyai kegunaan lagi bagi masyarakat. Limbah
industri dapat digolongkan kedalam tiga golongan yaitu limbah cair, limbah
padat, dan limbah gas yang dapat mencemari lingkungan. Jumlah limbah cair yang
dihasilkan oleh PMKS berkisar antara 600-700 liter/ton tandan buah segar (TBS).
Limbah ini merupakan sumber pencemaran yang potensial bagi manusia dan
lingkungan, sehingga pabrik dituntut untuk mengolah limbah melalui pendekatan
teknologi pengolahan limbah (end of the pipe). Diantara
upaya tersebut adalah pemanfaatan limbah cair PMKS dengan proses digester
anaerob untuk memproduksi biogas.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasakan
latar belakang masalah diatas, maka ada beberapa pertanyaan terkait masalah pengelolaan limbah kelapa sawit,
yaitu :
1. Apa pengertian limbah kelapa sawit?
2. Apa saja manfaat dari limbah kelapa sawit?
3.Apa saja dampak limbah kelapa sawit?
4. Bagaimana cara pengolahan limbah kelapa sawit?
1.3
TUJUAN
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan adalah untuk :
1. Menjelaskan
pengertian tentang kelapa sawit
2. Menjelaskan
manfaat limbah kelapa sawit
3. Menjelaskan
dampak dari limbah kelapa sawit
4. Menjelaskan
cara pengolahan limbah kelapa sawit
Selasa, 21 Mei 2013
Makalah Kimia Anorganik
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kata alkali berasal dari bahasa arab yang
berarti abu, dan sifat air abu bersifat basa.
Kata alkali ini menunjukkan bahwa kecenderungan sifat logam alkali tanah adalah membentuk basa.
Kata alkali ini menunjukkan bahwa kecenderungan sifat logam alkali tanah adalah membentuk basa.
Logam
alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang termasuk
ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca),
Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena memiliki
sifat-sifat seperti logam. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau
basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar
larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi.
Alkali tanah merupakan unsur logam yang
sangat reaktif sehingga secara alami tak
pernah ditemukan dalam bentuk tunggal. Untuk menghambat reaktivitas, unsur-unsur
logam alkali harus disimpan dalam medium minyak..
pernah ditemukan dalam bentuk tunggal. Untuk menghambat reaktivitas, unsur-unsur
logam alkali harus disimpan dalam medium minyak..
Maka untuk mengetahui mengenai logam alkali
tanah ini kami membuat makalah ini agar teman – teman mempunyai pengetahuan
mengenai senyawa ini. Selain itu untuk menyelesaikan tugas yang di berikan oleh dosen pengampu
mata kuliah Kimia Anorganik II, kami membuat makalah ini dengan sepenuh hati
agar teman-teman
dapat mengerti .
Senin, 20 Mei 2013
Makalah Minyak,Lemak dan lilin
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Minyak
dan lemak merupakan campuran dari gliserida-gliserida berbagai macam asam-asam
lemak. Sedangkan Wax(lilin) merupakan campuran ester-ester dari alkohol
polihidrik kecuali gliserol, dan asam-asam lemak.
Asam-asam tersebut mempunyai jumlah atom karbon genapdan digolongkan menjadi
Asam-asam tersebut mempunyai jumlah atom karbon genapdan digolongkan menjadi
1. Asam-asam
jenuh, dicontohkan dengan asam stearat, merupakan dasar untuk nondrying oils.
2. Asam-asam mono olefinik, dengan satu ikatan
rangkap di antara atom-atom karbon, contohnya asam oleat. Asam-asam ini
merupakan asam-asam tidak jenuh dan digolongkan sebagai semi drying oils.
3. Asam-asam poli olefinik, dengan lebih dari
satu ikatan rangkap, contohnya asam linoleat dan asam lonoleanat, digolongkan
sebagai drying olis.
Penggolongan semi drying oil dan drying oil berpedoman pada jumlah ketidak jenuhan yang ada.
Penggolongan semi drying oil dan drying oil berpedoman pada jumlah ketidak jenuhan yang ada.
Minyak atau lemak ini disebut fixed oils untuk
membedakan dengan essential atau volatile oils (minyak atsiri). Satu lagi jenis
oil/minyak adalah petroleum oil. Kebutuhan minyak-minyak
polyunsaturated untuk produk-produk makanan makin meningkat. Kebanyakan
dipenuhi dari:
a Minyak kacang/kedelai,
mengandung 61% polyunsaturated oil
b.
Minyak bunga matahari, mengandung 68% polyunsaturated oil
c.
Minyak jagung, mengandung 42% polyunsaturated oil
d.
Minyak biji kapas, mengandung 50% polyunsaturated oil
e.
Minyak kacang, mengandung 21% polyunsaturated oil
f.
Minyak zaitun (olive), mengandung 7% polyunsaturated oil
Jumat, 17 Mei 2013
Makalah Hormon
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis
panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena atas berkat rahmat-Nya lah
dan Hidayah-Nya jualah penulisan laporan ini dapat terselesaikan. Makalah ini
disusun untuk dijadikan referensi yang lengkap dan menyeluruh tentang “Hormon”.
Makalah ini disusun
secara khusus dan sistematika untuk memenuhi tugas dari mata kuliah “Biokimia
I” dan penyusunannya dilakukan secara kelompok.
Substansi yang terdapat dalam laporan berasal dari beberapa referensi buku,
gagasan-gagasan dan literatur-literatur lain, ditambah pula dari sumber-sumber
lain yang berasal dari media elektronik melalui pengambilan bahan dari
internet. Sistematika penyusunan laporan ini terbentuk melalui kerangka yang
berdasarkan acuan atau bersumber baik dari buku, gagasan, maupun literatur-literatur lainnya.
Makalah yang berjudul “Hormon”
ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa, dosen,
atau masyarakat umum dan juga sebagai bahan pembanding dengan makalah lain yang
secara substansial mempunyai kesamaan. Tentunya dari isi maupun konstruksi yang
ada dalam makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah “Biokimia I” banyak terdapat kekurangan. Oleh
karena itu penulis berharap diberikan kritikan yang membangun kepada para
pembaca.
Palangka Raya, April 2013
Penyusun
Langganan:
Postingan (Atom)